Presiden Indonesia Prabowo Subianto dikritik karena dianggap tidak peduli dengan perjuangan Palestina. Artikel tersebut menyatakan bahwa Prabowo lebih memprioritaskan kepentingan pribadi dan citranya di mata dunia daripada memperjuangkan hak-hak Palestina. Salah satu contoh yang disebutkan adalah keputusannya untuk bergabung dengan “Board of Peace” yang dibentuk oleh Donald Trump, yang dianggap sebagai langkah yang mendukung Israel. Selain itu, Prabowo juga dituding memiliki hubungan diam-diam dengan Israel, termasuk kerja sama dalam pelatihan keamanan dan proyek pertanian. Dalam pidato-pidatonya di forum internasional, Prabowo menggunakan bahasa yang ambigu dan tidak secara langsung mengkritik pendudukan Israel. Kebijakan luar negeri pemerintahannya dianggap lebih memprioritaskan akses ke kalangan elite global daripada memperjuangkan keadilan bagi Palestina. Dengan demikian, artikel tersebut menyimpulkan bahwa Prabowo telah mengorbankan perjuangan Palestina demi kepentingan pribadi dan politik.